Penjara Hati
Aku hadir untuk mencemoh kalian, untuk menghakimi kalian Demikianlah firasat saya hari ini. Namun kali ini diri ini melawan dan menjawab bahwa, siapa saja yang bersikap seperti diatas berarti dia sebenarnya belumlah terlalu dalam menyelam ke dalam dirinya. Sebenarnya hati adalah penjara abadi buat kita (saya dan Anda). Hati memiliki ribuan hulu dan hilir yang bermuara pada sikap kita. Dimana kita bisa melabuhkan sikap dan karakter kita. Setiap saat itu bisa diupgrade menjadi lebih baik. Seperti yang saya alami. Dengan sedikit penyerahan total kepada gesekan hati manusia maka pencerahan akan penjara hati ini sedikit terbuka untuk melepaskan diri. Kuingin lepas dari penjara ini namun apa daya, manusia tanpa hati akan menjadi apa kita nantinya, Kuingin bernyanyi melantunkan lagu hati sebebasnya agar hatiku tak lagi bertuan. Aku siapa, akan lenyap. Aku bias dalam ego akan sirna. Kuukir dalam benak pikiranku agar kelak tak tersakiti lagi.