Postingan

Disaat Berdoa kulihat Diriku

Ternyata dalam berdoa, kita mampu melihat diri kita sebenarnya. Ini untuk perbaikan diri dan meletakkan titik acuan dalam menilai sesuatu. Inilah kompas diri. 

Membuang hal yang telah membanggakanmu

 Membuang hal yang telah membanggakanmu untuk mendapatkan ruang kosong untuk pengalaman yang lain. Umur itu perlindungan. Namun pengalaman membutuhkan ruang yang lebih. Yang ada pasti akan membekas dan memberikan hal lain pada hal yang baru. Ini yang dinamakan sensasi yang berulang. Engkau melihatnya seperti kilatan cahaya yang akan menunjukkanmu jalan ke surga pikiran dan perasaan. Engkau akan mengambang ke angkasa seperti sensasi obat-obatan namun ini alamiah engkau ciptakan untuk hidupmu. Engkau merasakan walau tak bergerak. Engkau keluar masuk dari jazadmu untuk bertemu dengan siapa pun dimanapun berada dan terpaut apa pun waktunya. Engkau sanggup menciptakan perasaan itu kembali. Ini hanyalah sisa hidup namun menjadi jalan panjang dalam perjalanan mencari makna. Inilah legenda yang telah lama berkumandang. Perjalanan mencari makna. Untuk memaknai diri sendiri dan diri orang lain serta apa yang ada diantaranya. Berbaktilah pada makna ini.

Apa yang kita butuhkan sebenarnya?

Yang kita butuhkan adalah peluang. Peluang tidak datang setiap saat. Jika itu datang maka segeralah ambil. Inilah yang membedakan antara orang satu dengan yang lain. Rezeki setiap orang sudah ada ketentuannya, tapi apakah mereka memanfaatkan peluang yang diberikan? Jika ya selamat, Anda adalah calon orang sukses dunia akherat. Kok di akherat juga?  Kenapa peluang itu ada? Karena manusia diberi kuasa untuk memilih. Dan jika setiap peluang dimanfaatkan sebaik-baiknya maka inilah rahasia kesuksesan.

Kesuksesan dan Kegagalan Nilainya sama Di mata Tuhan

Jika demikian maka kita bebas memilih dan mengarahkan kemampuan kita. Inilah sunnatullah. Inilah hukum alam. Yang  berkeras hati dalam bekerja maka akan menemukan apa yang dia harapkan. Stop malas.

Terkadang kita harus membuka parasut

Terkadang kita harus membuka parasut agar parasut itu berfungsi. Untuk apa? untuk mengembalikan alasan kenapa kita menjalani kehidupan yang berani ini yaitu karena cinta. Hanya karena alasan cinta seseorang akan berani mengambil tindakan. Pernikahan, menjalani keluarga dsb.

Tipu Dunia itu Bernama Politik

Kancah hidup tertinggi adalah politik. Kebanyakan yang disinggung adalah keburukannya karena disitulah sifat asli manusia ditantang menggunakan kemampuan akalnya. Namun sekali-kali penulis tidak pernah dan belum di posisi itu. Kuceritakan pandangan dan rasa yang ada. Ini adalah permainan. Namun siapa dalangnya? Tak ada dalang, hanya ada ruang dna waktu. Siapa yang melihatnya akan berpindah. Kecepatan perpindahannya akan membentuk kebenaran. Politik yang mendamaikan. Dalam Quran menjelaskan tentang dasar-dasar berpolitik dan etikanya. Berarti ada hal yang tinggi dalam politik. Dimanakah Rahmatan Lil Alamin ? yang mengatur semua unsur kehidupan? Yuk kita belajar bersama di artikel selanjutnya.

llmu Akan Menjagamu

 Tiba masanya penjagaan sebenarnya adalah ilmu itu sendiri. Harta akan habis namun ilmu akan menyelimuti seluruh tubuh kita dari pandangan dan penilaian buruk seseorang. Inilah tata krama diantara manusia dan alam. Manusia berilmu, akan terangkat derajatnya beberapa tingkat daripada yang lain dan ini sudah sunnatullah. Ini telah saya rasakan dan menjadi jawaban mengapa orang lain menilai sesamanya sedangkan kami tidak? karena kita telah memoles diri kita dengan ilmu. Ilmu itu adalah jelmaan dari cahaya. Yang akan merubah kegelapan menjadi jalan terang. Yang kita lawan adalah rasa ragu-ragu. Sedangkan ilmu adalah penawar ragu-ragu. Bimbang dan keraguan adalah jalannya Setan memasuki diri manusia, mengganggu manusia. Namun dengan ilmu, hati akan lebih beriman dan lebih believe. Tapi, ada yang berilmu namun tidak berubah menjadi believe maka inilah yang menjadi penyebar ketakutan. Ilmu dilawan dengan ilmu. Intinya, dengan ilmu engkau akan tenang, dengan ketenangan akan melindungi diri...